Welcome

Blog buat latihan nulis nih, maaf kalo konten nya kurang sesuai dengan harapan.. hehehe

Kamis, 03 Januari 2013

I'm come back bro !!!

Hi bro.. Udah lama juga ane g update ni blog.. Awalnya sih ane bikin blog ini buat iseng-iseng aja skalian latihan nulis. G tau kenapa rasanya malees banget buat ngupdate blog. Tapi rasa malas itu harus dilawan! I'm come back bro! 
Mengawali tulisan ini ane mau ngebahas tentang kebiasaan. Yah buat pemanasan lah udah lama g nulis.. hehehe.. langsung saja ane bahas ya..
Kebiasaan merupakan perbuatan yang sering kita lakukan, bahkan secara tidak sadar kita melakukan rutinitas tersebut. Seperti halnya kebiasaan ngupil, kebiasaan garuk-garuk, kebiasaan ngerokok, atau kebiasaan yang lain (ane contohin yg negatif aja ya.. wkwk). 
Ane langsung contohin ya.. orang yang punya kebiasaan ngupil yang sudah akut dimana dia berada dan waktu senggangnya ia gunakan buat ngupil.. kayaknya asik banget sambil duduk sambil korek-korek lubang hidung nyari upil.. hehehe jorok ya.. Tapi nyantai aja, kebiasaan itu bisa dibentuk atau diganti. Jadi jangan takut bagi kamu yang punya kebiasaan ngupil atau yang doyan ngupil g akan bisa sembuh (emangnya penyakit g bisa sembuh.. hehe). udah ah kok malah ngomongin ngupil.. :P 

Sabtu, 01 September 2012

Keinginan VS Kenyataan

Keinginan atau orang biasa menyebut impian atau cita-cita merupakan hal yang lumrah dimiliki setiap orang. Akan tetapi tidak sedikit impian yang sudah kita miliki hanyalah menjadi sebuah impian yang tidak terealisasi. Apalah daya keadaan tidak memungkinkan untuk kita mewujudkan keinginan tersebut.
Terdapat berbagai macam hal yang dapat menyebabkan keinginan yang kita miliki tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Diantaranya disebabkan faktor dari dalam ataupun faktor dari luar diri kita. Yang paling penting adalah komitmen kita untuk mewujudkan keinginan tersebut. Apapun halangan rintangan yang ada pasti dapat kita lewati apabila kita sudah berkomitmen penuh terhadap keinginan tersebut. Hal ini berlaku bagi semua permasalahan kehidupan baik permasalahan karir, kehidupan sehari-hari, bahkan mengenai masalah percintaan..

Sabtu, 19 Mei 2012

Pelajaran dari burung

Ketika Allah memerintahkan kita untuk memperhatikan burung-burung yang terbang di angkasa (QS 67:19), pastilah banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kemampuan terbang bangsa burung ini. Di antaranya adalah kebiasaan burung-burung yang mampu terbang jauh sekali, mereka adalah dari berbagai jenis burung seperti angsa liar, burung pelikan dan burung yang disebut arctic tern (Sterna paraiseae) . Yang terakhir ini mampu terbang dari kutub utara di musim panas dan kembali ke kutub selatan dengan menempuh jarak pergi pulang sekitar 30,000 – 40,000 km atau sekitar 2-2.5 kali Jakarta – Jeddah pergi pulang.
Bagaimana bangsa burung bisa melakukan perjalanan yang luar biasa ini?, ternyata mereka hanya bisa melakukannya bila ‘berjamaah’ dalam jumlah besar. Ketika mereka terbang bersama dalam jumlah besar , mereka bisa membentuk formasi V dengan sempurna. Begitu burung-burung yang di depan (yang di ujung lancip huruf V) mengepakkan sayap-sayap mereka, kepakan-kepakan ini menimbulkan daya angkat bagi burung-burung yang ada di belakangnya – begitu seterusnya.
Bila ada salah satu burung yang terpencar dari formasi V , dia segera sadar bahwa terbang sendirian sangatlah berat sehingga mereka segera kembali ke formasi rombongan-nya – konon yang terbang di formasi V bisa 70% lebih efisien ketimbang yang terbang tidak beraturan atau terbang sendiri-sendiri.
Bila ada salah satu burung yang jatuh karena sakit, kelelahan atau mengalami kecelakaan, dua burung lain akan menyertainya. Dua burung ini memberikan penjagaan dan pendampingan, sampai yang jatuh tersebut bisa terbang lagi atau mati. Setelah itu baru mereka akan mengejar rombongannya kembali.

Senin, 06 Juni 2011

Leadership (edisi copas)

A. DEFINISI KEPEMIMPINAN
Ivansevich dan Matteson (2008) menyatakan kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memakai pengaruh dalam lingkungan atau situasi organisasi, untuk menghasilkan efek yang berarti dan berdampak langkung terhadap pencapaian tujuan yang menantang.
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk berbuat guna mewujudkan tujuan-tujuan yang sudah ditentukan. Kepemimpinan selalu melibatkan upaya seseorang (pemimpin) untuk mempengaruhi perilaku seseorang pengikut atau para pengikut dalam suatu situasi. (Manullang.M., & Manullang. M, 2001).
Robbin S.P, (2002) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk pencapaian tujuan. Sedangkan menurut Ishak. A dan Hendry. T (2003), kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan seseorang untuk menguasai atau mempengaruhi orang lain atau masyarakat yang berbeda-beda menuju pencapaian tertentu.
Dari definisi-definisi kepemimpinan yang berbeda-beda tersebut, pada dasarnya mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum seperti: (1) di dalam satu fenomena kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau lebih, (2) di dalam melibatkan proses mempengaruhi, dimana pengaruh yang sengaja (intentional influence) digunakan oleh pemimpin terhadap bawahan.
Disamping kesamaan asumsi yang umum, di dalam definisi tersebut juga memiliki perbedaan yang bersifat umum pula seperti: (1) siapa yang mempergunakan pengaruh, (2) tujuan daripada usaha untuk mempengaruhi, dan (3) cara pengaruh itu digunakan
Berdasarkan uraian tentang definisi kepemimpinan di atas, terlihat bahwa unsur kunci kepemimpinan adalah pengaruh yang dimiliki seseorang dan pada gilirannya akibat pengaruh itu bagi orang yang hendak dipengaruhi. Peranan penting dalam kepemimpinan adalah upaya seseorang yang memainkan peran sebagai pemimpin guna mempengaruhi orang lain dalam organisasi/lembaga tertentu untuk mencapai tujuan. Menurut Wirawan,mempengaruhi adalah proses dimana orang yang mempengaruhi berusaha merubah sikap, perilaku, nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, pikiran, dan tujuan orang yang dipengaruhi secara sistematis

Kamis, 26 Mei 2011

Tentang pendidikan karakter

Pendidikan karakter seperi yang ramai dibicarakan saat ini sebenarnya merupakan sebuah reaksi dari permasalahan permasalahan sosial yang timbul akhir akhir ini. Adanya blow up dari media massa seakan akan menjadikan pendidikan karakter ini merupakan sesuatu yang baru dan harus diterapkan dalam pendidikan di indonesia.
Permasalahan buruknya moral beberapa oknum pejabat, generasi muda, maupun pegawai baik negeri maupun swasta seakan-akan menjadi penguat akan perlunya pendidikan karakter. pertanyaan yang kemudian muncul adalah sebenarnya apa to pendidikan karakter itu?
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Sebenarnya inti dari sebuah pendidikan adalah seperti halnya pengertia dari pendidikan karakter. Ketika sebuah pendidikan sudah berada dalam rel yang benar maka yang terjadi adalah pendidikan mampu menciptakan sebuah sistem peradaban yang baik, yang berisikan manusia-manusia yang mampu dan mau memanusiakan manusia lainnya.
Permasalahan yang terjadi adalah membuat pendidikan bak sebuah perusahaan yang mencetak siswa-siswi yang sesuai dengan mutu yang diinginkan. Diantara para siswa dibiasakan berorientasi pada prestasi akademik semata tanpa mengakomodir kebuthan akan hal hal yang lain. Apalagi apabila para guru sudah mempunyai mind set bak seorang karyawan.. Dia hanya akan memberikan pengajaran apabila dibayar sesuai dengan tarif yang diinginkan. Belum lagi apabila ia hanya menjadi seorang guru dikarenakan gaji, sudah barang tentu kualitas pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas mengajarkan pengetahuan tanpa adanya internalisasi nilai.
Proses internalilasi nilai dalam pendidikan dilakukan ketika seorang guru mengajar dan mendidik. Ulama-ulama jaman dahulu dalam melaksanakan proses pembelajaran selalu melakukan internalisasi nilai dan pembentukan akhlak muridnya. Bahkan seorang guru tidak sungkan untuk melaksanakan riyadhah bagi keberhasilan murid-muridnya. Hal yang dicapai sungguh luar biasa.. dapat kita lihat dalam buku-buku ataupun dalam sejarah bahwa seorang guru mempunyai murid yang cerdas baik secara intelektual, emosional, sosial, maupun secara spiritual. Eh kok malah ngelantur gini ya nulisnya.. ehehehehe.. ya disambung lain kali lagi.. sudah ngantuk jeh,,.. hehehe.. c u